Berita Terkini
Final Fantasy VII Ever Crisis Mati 7 Oktober Pukul 13.00 WIB: Refund Cuma buat Taiwan dan Akun Ikut Dihapus
Final Fantasy VII Ever Crisis tutup 7 Oktober 2026 pukul 13.00 WIB. Refund hanya untuk Taiwan, akun dihapus, dan tidak ada versi offline. Ini rinciannya.
Pada 7 Oktober 2026 pukul 13.00 WIB, jadwal penutupan Final Fantasy VII Ever Crisis jatuh tempo: server dimatikan dan tidak akan dinyalakan lagi. Square Enix mengumumkan tanggalnya pada 7 Juli 2026, tiga bulan sebelum penutupan, dan sejak detik pengumuman itu penjualan Red Crystal — mata uang berbayar di game ini — langsung dihentikan.
Tiga hal yang perlu kamu tahu setelah layanannya berakhir: refund untuk Red Crystal berbayar yang belum terpakai hanya tersedia bagi pemain yang berdomisili di Taiwan, data akun akan dihapus setelah seluruh proses penutupan selesai, dan sampai hari ini tidak ada versi offline yang diumumkan. Game ini sudah ditarik dari Steam, dan setelah server mati, yang tersisa di HP kamu cuma ikon aplikasi yang tidak lagi bisa dimainkan.
Buat pemain gacha di Indonesia, kasus ini bukan sekadar berita satu judul yang tamat. Ini contoh paling bersih tentang apa yang sebenarnya kamu beli saat top up di game live service — dan apa yang tidak kamu beli.

Sumber: Square Enix / Applibot (listing Google Play)
Pembaruan 7 Oktober 2026: artikel ini disesuaikan setelah jadwal penutupan layanan pukul 13.00 WIB terlewati. Fakta dan angka tidak berubah.
Ringkasan Cepat
| Item | Detail |
|---|---|
| Judul | FINAL FANTASY VII EVER CRISIS |
| Developer / Publisher | Applibot, Inc. & Square Enix / Square Enix |
| Waktu penutupan | 6 Okt 2026, 23.00 PDT = 7 Okt 2026, 13.00 WIB (14.00 WITA, 15.00 WIT) |
| Pengumuman EOS | 7 Juli 2026, 19.00 PDT |
| Penjualan Red Crystal berhenti | 7 Juli 2026, 19.00 PDT (stok yang sudah dimiliki tetap bisa dipakai sampai server mati) |
| Rilis awal | 7 September 2023 (iOS & Android), 6 Desember 2023 (Steam) |
| Umur layanan | 3 tahun 1 bulan (1.126 hari) |
| Refund mata uang berbayar | Hanya pemain berdomisili Taiwan |
| Nasib akun | Dihapus setelah seluruh prosedur penutupan rampung |
| Versi offline | Tidak ada yang diumumkan |
| Status toko | Sudah ditarik dari Steam; listing Google Play terakhir diperbarui 2 Oktober 2026 |
| Platform | iOS, Android, PC (Steam) |

Jam Pastinya di Zona Waktu Indonesia
Square Enix menulis waktu penutupan dalam PDT: 6 Oktober 2026 pukul 23.00. Konversinya ke Indonesia jatuh sehari setelahnya karena selisih 14 jam.
- WIB (Jakarta, Medan, Palembang): Rabu, 7 Oktober 2026, pukul 13.00
- WITA (Makassar, Bali, Balikpapan): pukul 14.00
- WIT (Jayapura, Ambon): pukul 15.00

Angka ini konsisten dengan jam yang dipakai media Jepang, yaitu 15.00 JST pada 7 Oktober. Jadi jendela bermain berakhir pada siang 7 Oktober WIB, bukan tengah malam 6 Oktober seperti yang sempat salah dibaca sebagian pemain.
Kenapa Square Enix Menutupnya — Menurut Produsernya Sendiri
Alasan penutupan tidak disembunyikan di balik kalimat normatif “pertimbangan matang”. Shoichi Ichikawa, produser Ever Crisis, menulis surat terbuka di situs resmi pada hari yang sama dengan pengumuman EOS, dan isinya cukup teknis.
Intinya: biaya produksi. Ever Crisis menjual gear dan senjata karakter sebagai item gacha utama, dan Ichikawa menyebut tim kesulitan menyeimbangkan tiga hal sekaligus — kualitas visual perlengkapan yang pantas untuk nama Final Fantasy VII, ongkos membuatnya, dan keseimbangan permainan yang tetap mendorong variasi komposisi party. Dia juga mengakui bahwa demand terhadap senjata dan gear baru tidak sebanding dengan biaya memproduksinya.
Kalimat yang paling jujur dari surat itu: tim merasa akan sulit mempertahankan standar layanan yang pantas disandingkan dengan nama Final Fantasy VII. Ichikawa juga minta maaf karena harus menyampaikan kabar ini kurang dari tiga tahun setelah peluncuran.
Perlu dicatat, dia menulis “banyak orang masih memainkan Ever Crisis” — jadi ini bukan kasus game sepi pemain. Ini kasus ekonomi produksi yang tidak ketemu, model yang umum di gacha dengan aset 3D premium.

Sumber: Square Enix
Red Crystal yang Terlanjur Dibeli: Refund Hanya untuk Taiwan
Bagian ini yang paling pahit dan paling sering salah dipahami. Pengumuman resmi menyebut refund untuk mata uang berbayar yang belum terpakai, tapi dengan satu syarat besar: hanya untuk pengguna yang berdomisili di Taiwan. Tidak ada skema refund yang diumumkan untuk Indonesia, Asia Tenggara lain, Jepang, atau pasar global.
Square Enix juga mengingatkan pemain Taiwan agar tidak menghapus aplikasi atau pindah perangkat lalu instal ulang sebelum proses refund mereka selesai, karena verifikasi butuh informasi akun.
Lalu pemain Indonesia dapat apa?
Secara resmi: tidak ada pengembalian uang. Red Crystal yang masih tersisa saat server mati hangus: pengumuman resmi hanya menjamin kristal bisa dipakai sampai detik penutupan, dan setelah itu nilainya nol.
Kalau kamu merasa punya kasus khusus, jalur yang tersedia adalah pembelian lewat toko aplikasi. Kebijakan refund App Store dan Google Play berjalan terpisah dari kebijakan penerbit, punya batas waktu sendiri, dan keputusannya ada di tangan Apple atau Google — bukan Square Enix. Peluangnya kecil untuk pembelian lama, tapi itu satu-satunya pintu yang masih ada.
Akun dan Data Pribadi Ikut Dihapus
Satu baris di pengumuman resmi yang gampang terlewat: untuk melindungi informasi pribadi pengguna, data akun akan dihapus setelah seluruh prosedur yang berkaitan dengan penutupan layanan rampung.
Artinya riwayat tarikan, roster karakter, progres cerita, dan apa pun yang terikat akun kamu akan hilang permanen begitu proses penghapusan rampung. Tidak ada ekspor, tidak ada arsip, tidak ada transfer ke judul Square Enix lain yang diumumkan. Kalau kamu sempat menyimpan tangkapan layar roster atau klip cutscene bab terakhir, itu sekarang jadi satu-satunya arsip yang tersisa.
Tidak Ada Versi Offline, dan Rekam Jejak Square Enix Soal Ini Campur Aduk
Pertanyaan pertama komunitas setelah pengumuman Juli adalah: adakah versi offline? Sampai artikel ini ditulis, jawabannya tidak ada pengumuman apa pun.
Rekam jejak Square Enix di isu ini tidak konsisten, dan dua kasus terakhir menunjukkan kenapa.
Final Fantasy Brave Exvius menutup server Jepang pada 31 Oktober 2025, dan Square Enix merilis versi memorial yang bisa dimainkan offline — tapi eksklusif Jepang, tidak pernah dibuka untuk pemain global.
War of the Visions: Final Fantasy Brave Exvius menutup server Jepang pada 28 Mei 2026, setahun setelah versi globalnya mati pada 29 Mei 2025. Versi offline sempat dipertimbangkan, tapi tim pengembang menyimpulkan game itu terlalu sulit direkonstruksi karena bergantung pada pertarungan online, konten guild, dan interaksi antarpemain. Sebagai gantinya mereka menyiapkan video cerita dan buku memorial.
Ever Crisis berdiri di antara keduanya. Mode ceritanya single player, tapi game ini juga punya Co-op battle tiga orang dan progresi yang disimpan di server. Secara teknis bukan mustahil, tapi juga bukan yang paling mudah — dan yang jelas, tidak ada yang dijanjikan.
Yang Sempat Dikirim Sebelum Lampu Dimatikan
Satu hal yang patut diakui: tim Ever Crisis tidak mematikan konten sejak hari pengumuman. Ichikawa berjanji menuntaskan utang cerita, dan janji itu dieksekusi.
Sejak peluncuran, Ever Crisis menjual diri sebagai cara menikmati keseluruhan kisah Final Fantasy VII termasuk judul-judul kompilasinya. Satu yang belum tersampaikan adalah Before Crisis -Final Fantasy VII-, judul ponsel Jepang lawas yang tidak pernah dirilis global. Dalam surat Juli itu Ichikawa menjanjikan ceritanya dirilis dalam tiga bagian sepanjang Juli sampai Agustus 2026.
Lalu 6 September 2026, tepat di ulang tahun ketiga, dijadwalkan sebagai hari rilis bab penutup saga Final Fantasy VII versi Ever Crisis — klimaks yang menurut Ichikawa sudah dibangun sejak hari pertama. Paket itu dijanjikan datang bersama senjata baru, gear baru, seasonal quest, dan opsi kustomisasi untuk senjata tertentu. Konten lama juga dikembalikan selama tiga bulan terakhir supaya pemain yang sempat berhenti bisa kembali dan mengejar.
Untuk sebuah game yang sedang menunggu eksekusi, itu penutupan yang jauh lebih rapi dibanding banyak gacha yang langsung membeku begitu tanggal EOS diumumkan.
Bukan Kasus Tunggal: 2026 Tahun Berat buat Gacha
Ever Crisis bukan anomali. Gelombangnya cukup terasa sepanjang tahun ini, dan beberapa judul besar ikut terseret.
| Judul | Penerbit | Penutupan | Catatan |
|---|---|---|---|
| Final Fantasy Brave Exvius (JP) | Square Enix | 31 Okt 2025 | Dapat versi memorial offline, eksklusif Jepang |
| War of the Visions FFBE (global) | Square Enix / gumi | 29 Mei 2025 | — |
| War of the Visions FFBE (JP) | Square Enix / gumi | 28 Mei 2026 | Versi offline dibatalkan, diganti video & buku memorial |
| Final Fantasy VII Ever Crisis | Square Enix / Applibot | 7 Okt 2026, 13.00 WIB | Refund khusus Taiwan, tanpa versi offline |
| Atelier Resleriana (JP) | Koei Tecmo / Gust | 25 Nov 2026, 16.00 JST | Versi global sudah tutup Maret 2025 |

Polanya mirip: judul dengan lisensi kuat, umur layanan dua sampai tiga tahun, dan biaya produksi aset yang tidak tertutup pemasukan. Yang membedakan hanya seberapa murah hati penerbitnya saat menutup pintu.
Regulatornya Sudah Ditanya, Jawabannya Belum Memihak Pemain
Isu ini sudah naik ke level kebijakan. Inisiatif Warga Eropa bertajuk Stop Destroying Videogames — lebih dikenal sebagai kampanye Stop Killing Games — mengumpulkan lebih dari 1,2 juta tanda tangan dan meminta Komisi Eropa membuat aturan agar game tetap bisa dimainkan setelah penerbit berhenti menyediakannya secara komersial.
Pada 16 Juni 2026, Komisi Eropa menjawab: untuk saat ini mereka tidak bisa mengusulkan kewajiban hukum agar game tetap bisa dimainkan setelah layanannya berhenti, salah satunya karena benturan dengan hak kekayaan intelektual pemegang hak. Komisi berjanji duduk bersama konsumen dan penerbit sebelum akhir 2026 untuk memperbaiki standar industri.
Satu catatan yang berguna dari jawaban itu: Komisi menegaskan hukum konsumen Eropa yang sudah ada tetap berlaku — penerbit wajib memberi tahu durasi dan syarat penghentian layanan sebelum konsumen mendaftar, dan dalam kondisi tertentu konsumen berhak atas pengembalian dana proporsional. Perlindungan semacam itu belum punya padanan langsung di Indonesia, yang membuat posisi pemain lokal lebih lemah lagi.
Yang Bisa Kamu Ambil dari Kasus Ini
Kalau dulu kamu main Ever Crisis, tidak ada lagi yang bisa dilakukan di dalam game: jendela bermainnya sudah tertutup, Red Crystal yang tersisa hangus, dan data akun menunggu dihapus. Satu-satunya jalur yang masih ada adalah mengajukan refund lewat toko aplikasi (Apple atau Google), tanpa jaminan, ditambah prosedur refund resmi khusus pemain Taiwan.
Kalau kamu tidak pernah main Ever Crisis tapi rutin top up di gacha lain — dan sebagian besar pembaca Sukaon masuk kategori ini — ambil tiga kebiasaan dari kasus ini. Pertama, perlakukan saldo mata uang berbayar sebagai barang yang harus cepat dipakai, bukan tabungan; saldo nganggur adalah hal pertama yang hangus saat EOS, dan refund bukan hak otomatis. Kedua, baca jadwal EOS sampai baris terakhir, karena bagian soal penghapusan akun biasanya ditaruh paling bawah dan paling jarang dibaca. Ketiga, jangan menunggu versi offline sebagai jaring pengaman — dari tiga judul Square Enix terakhir, cuma satu yang kebagian, dan itu pun terkunci di satu negara.
Ever Crisis mati dengan ceritanya tamat dan utang narasinya lunas. Itu penutupan yang lebih terhormat daripada rata-rata. Tapi tetap saja, bagi pemain yang masih menyimpan saldo, penutupan 7 Oktober berarti uang yang tidak kembali dan aplikasi yang tidak lagi bisa dimainkan.
FAQ
Jam berapa tepatnya Final Fantasy VII Ever Crisis tutup di Indonesia?
Rabu, 7 Oktober 2026 pukul 13.00 WIB (14.00 WITA, 15.00 WIT). Square Enix menuliskannya sebagai 6 Oktober 2026 pukul 23.00 PDT.
Apakah pemain Indonesia bisa mendapat refund Red Crystal?
Tidak. Pengumuman resmi menyebut refund mata uang berbayar yang belum terpakai hanya untuk pengguna yang berdomisili di Taiwan. Satu-satunya jalur lain adalah mengajukan permintaan refund ke App Store atau Google Play, yang kebijakan dan batas waktunya ditentukan Apple atau Google, bukan Square Enix.
Apakah akan ada versi offline Ever Crisis?
Sampai saat ini tidak ada pengumuman versi offline. Square Enix pernah merilis versi memorial offline untuk Final Fantasy Brave Exvius di Jepang, tapi membatalkan rencana serupa untuk War of the Visions karena game itu terlalu bergantung pada fitur online.
Apa yang terjadi pada akun dan data saya setelah server mati?
Square Enix menyatakan data akun akan dihapus setelah seluruh prosedur penutupan layanan selesai, dengan alasan perlindungan informasi pribadi. Progres cerita, roster karakter, dan riwayat pembelian ikut hilang.
Kenapa game sebesar Final Fantasy VII Ever Crisis bisa tutup?
Produser Shoichi Ichikawa menyebut tim kesulitan menyeimbangkan biaya produksi senjata dan gear karakter dengan permintaan terhadap item tersebut, sekaligus menjaga kualitas visual dan keseimbangan permainan. Dia menegaskan game ini masih punya banyak pemain saat keputusan diambil.
Masih bisa download Ever Crisis sekarang?
Versi Steam sudah ditarik dari toko. Listing Google Play masih ada dan terakhir diperbarui 2 Oktober 2026, tapi layanannya sudah berakhir sehingga mengunduhnya sekarang tidak ada gunanya.
Sumber
- End of Service Notice — FINAL FANTASY VII EVER CRISIS (situs resmi)
- Producer’s Letter oleh Shoichi Ichikawa — FINAL FANTASY VII EVER CRISIS (situs resmi)
- Halaman Steam FINAL FANTASY VII EVER CRISIS (notis EOS & status penarikan)
- Listing Google Play FINAL FANTASY VII EVER CRISIS
- Gematsu — Final Fantasy VII: Ever Crisis to end service on October 7
- RPG Site — Final Fantasy VII Ever Crisis is shutting down on October 6
- Final Weapon — War of the Visions Final Fantasy Brave Exvius is Shutting Down in Japan
- RPG Site — Final Fantasy: Brave Exvius Japanese version will shut down on October 31
- Noisy Pixel — Atelier Resleriana Ending Service In Japan On November 25
- Komisi Eropa — Commission will engage with industry following European Citizens’ Initiative on the disabling of videogames




