Kunci Jawaban Kode Keras Anak Indigo Episode 5-8
Kunci jawaban Kode Keras Anak Indigo Episode 5-8 lengkap: semua pilihan yang benar dan pilihan yang bikin Game Over, biar Wira lolos tanpa ngulang.
Lanjut ke Episode 5 sampai 8! Perjalanan Wira makin jauh dan pilihannya makin licin. Pakai tabel di bawah biar lo nggak perlu ngulang dari awal adegan. Berikut kunci jawaban Kode Keras Anak Indigo Episode 5-8 lengkap.

Cara Pakai Kunci Jawaban Kode Keras Anak Indigo Episode 5-8
Di bagian ini ada 131 pilihan dari Episode 5-8. kolom Situasi = kalimat terakhir sebelum pilihan muncul. Jawaban benar = nomor urutan pilihan di layar + teksnya (kalau urutan di HP lo beda, cocokkan teksnya). Pilihan lain = opsi yang bikin Game Over. Opsi bertanda ✅ tidak bikin Game Over: ada yang sama-sama aman, ada juga yang jalannya agak muter karena bakal ada pilihan tambahan sebelum lanjut. Jawaban yang dicetak tebal adalah jalur paling singkat.
Catatan: kunci ini dicek pada game versi 1.64. Kalau lo main versi yang lebih baru dan ada yang beda, kabarin kami di kolom komentar ya.
Kunci Jawaban Kode Keras Anak Indigo Episode 5
Ada 40 pilihan di episode ini.
| No | Situasi | Jawaban Benar | Pilihan Lain |
|---|---|---|---|
| 1 | ………………… / Iiiih malah buang muka! | (3) Minum susunya dan ledek leon | Habiskan susunya / Kasih susunya |
| 2 | Iyaaa itu ayah.. kamu sembunyi dulu ya. / Mmmmm sembunyi di mana ya? | (3) Kolong Kasur | Di balik gorden / Atas Lemari |
| 3 | Dari tadi Ayah dengar dari bawah, berisik banget. | (2) Hmm.. Aku sedang bermain gundu.. | Aku baru bangun kok. / A-aku sedang olahraga Yah.. |
| 4 | Ketika kamu sudah merasa aman, kamu terkejut karena tiba-tiba kamu mendengar suara pintu di buka. | (3) Sembunyikan di balik selimut | Lempar leon / Sembunyikan di balik badan |
| 5 | Terus itu kamu ngapain duduk di bawah pake selimut gitu? | (3) Biar gak kedinginan. | Aku lagi main tenda-tendaan. / Ini bukan selimut, ini jubah menghilang. |
| 6 | Sedangkan Leon hanya ketakutan dan coba menggertak ayah. | (3) Jangan Ayah, Leon jadi ketakutan | Ayah mau apa? / Ayah jangan ambil leon |
| 7 | Ayah cuma gak mau rumah Ayah kotor! / Sekarang kamu minggir! | (2) Ayah jahat | Aku gak mau minggir! |
| 8 | Sudah sanaaaa! / Meooow.. Meow…! | (3) Duuh bagaimana ini? | Kamu gak boleh ikut! / Sudah pergi sana! |
| 9 | Ya biarkan saja… / Itu salah dia sendiri..! | (3) Ayah jahat banget sih sama Leon! | Iih gak mau! / Ayah gak kasihan sama Leon? |
| 10 | ( Dia lucu banget sih tidurnya.. ) / ……………….. | (2) Gangguin Leon | Bangunkan Leon |
| 11 | Kamu coba mengelitiki perutnya tapi Leon sama sekali tidak terpengaruh, dia tetap tidur. / Dia kuat banget tidurnya. | (2) Mainkan ekornya | Gigit Kupingnya / Colok perutnya pakai jari |
| 12 | Kamu gapapa kan? / ……………. | (2) Ayaah.. Leon gak mau jawab.. | Leon maafkan aku Leon… / Aku kan cuma becanda looh.. |
| 13 | Kamu bingung bagaimana caranya memasukan Leon ke pet cargo. | (3) Cari cara lain | Gendong Leon / Biarkan Saja |
| 14 | Saya dr. Eros Darmawan, pemilik dan pendiri tempat ini. / Kamu suka? | (2) Lumayan lah.. | Biasa saja ah.. / Iya aku suka.. |
| 15 | Leon kamu mau main? / Meooow… | (2) Tapi aku lagi malas main. | Yasudah yuk kita main. |
| 16 | Kamu masih ingat nama saya kan? | (1) dr. Eros Darmawan | dr. Eros Wicaksono |
| 17 | Kamu lagi lihat apa sih Leon? / Kalau kamu gak mau keluar– | (3) Aku marah sama kamu..!! | Aku tarik keluar nih yaaa..!! / Aku goyangin nih pet cargonya.. |
| 18 | Lagi-lagi Leon tidak mau mendengarmu, dia terus saja berjalan menuju pohon besar itu. | (1) Ikuti leon | Diam dan perhatikan Leon dari jauh / Kembali ke halaman depan |
| 19 | ( Tempat ini tidak bagus, tempat ini menyeramkan. ) | (3) Kembali ke depan | Usir burung-burung itu / Cari Leon |
| 20 | ( Aku harus cari cara agar dia tidak mengikutiku. ) | (1) Cari tempat sembunyi | Lawan saja anak itu / Lari terus sampai ke halaman depan |
| 21 | Suara langkah kaki itu menjauh, kamu mengintip dan melihat anak itu sedang menjauh. | (2) Ikuti anak itu | Perhatikan dan tetap sembunyi / Kabur selagi dia lengah |
| 22 | Tiba-tiba anak itu berbalik badan dan melihatmu yang tidak sempat bersembunyi. | (3) Kejar dia | Tetap diam / Lari darinya |
| 23 | Tanpa basa-basi dia langsung mengejarmu lagi. | (3) Oke aku gak akan kabur sekarang. | Aaaaah sial aku harus kabur! / Aku capek, aku menyerah saja deh. |
| 24 | Kamu kenapa bisa sampai pingsan? | (1) Aku dikejar anak kecil yang seram. | Aku lihat hantu. / Aku capek lari-lari. |
| 25 | Kamu mau cerita sama saya gak, soal tadi di halaman belakang? | (3) ………… | Jadi gini ceritanya / Aku gak mau |
| 26 | ( Tadi om Eros bilang, aku bisa pakai salah satu dari benda-benda ini kan ) | (3) Gunakan kertas dan pensil | Gunakan alat perekam / Gunakan lonceng |
| 27 | ( Sepertinya kertas dan pensil ini bisa aku gunakan untuk bersenang-senang ) | (2) Aku mau menggambar. | Aku mau buat pesawat. / Aku mau menulis. |
| 28 | Kamu tadi gambar siapa duluan di sini? | (3) Leon dulu | Ibu dulu / Aku dulu |
| 29 | Saya mau lihat kalau sudah jadi gambarnya bagaimana. | (3) Nanti saja ya Om | Aku mau minum dulu Om / Aku capek Om |
| 30 | Lalu kamu maunya ngapain sekarang? | (3) Mau tidur | Mau makan / Mau main |
| 31 | Kamu tidak jadi tidur nih? / Katanya tadi mau tidur. | (3) Jadi om, tapi nanti.. | Oh iya aku lupa.. / Gak jadi om, aku mau main saja. |
| 32 | ( Apa jangan-jangan mereka sedang membahas aku? ) | (3) Pura-pura batuk | Tetap menguping / Ikut bergabung mengobrol |
| 33 | Dia mau bantu antar kamu sampai terminal, tapi kamu malah colok mata dia lalu kabur. | (1) Dia maniak Bu! | Dia penculik Bu.. / Dia orang jahat Bu.. |
| 34 | Dan dia itu cuma kasihan kalau kamu sampai tersesat di jalan. | (2) Ceritakan kejadian versimu | Jadi Ibu lebih percaya dia? / Ibu dibohongi sama dia. |
| 35 | Kamu terlalu banyak mengkhayal yang bukan-bukan. | (2) Maksud Ayah, aku bohong. | Mengkhayal bagaimana? / Ini pasti rekayasa! |
| 36 | Haris!! kamu ini apa-apaan sih? | (2) Tidak Percaya | Minta penjelasan / Diam lalu pergi |
| 37 | Kamu kok ngomongnya gitu nak? | (1) Aku gak peduli! | Abaikan ibu / Pergi Sana..!!! |
| 38 | “Lepaskan saja, kamu pasti kuat!” | (2) Tarik tangan ibu | Memohon untuk dilepaskan / Teriak |
| 39 | Lepaskan tangan ayah sekarang! / ……..!! | (2) Tahan tangan Ayah | Gigit tangan Ayah / Pukul tangan Ayah |
| 40 | Mereka semua sudah sangat dekat denganmu, dan siap untuk menyergapmu. | (3) Lindungi Leon | Menghindar / Melawan |
Kunci Jawaban Kode Keras Anak Indigo Episode 6
Ada 29 pilihan di episode ini.
| No | Situasi | Jawaban Benar | Pilihan Lain |
|---|---|---|---|
| 1 | ( Aduuuh tapi kepalaku masih pusing sekali! ) | (1) Tetap cari ke bawah | Terus panggil / Kembali tidur |
| 2 | Kamu merasa sangat penasaran dengan orang yang baru saja masuk itu. | (2) Perhatikan orang itu | Tegur orang itu / Menghindar dari orang itu / Bertanya tentang tempat ini |
| 3 | Karena lampu tidur yang redup, suasana menjadi lebih mengerikan dengan teriakan-teriakan mereka yang saling bersahutan | (1) Diamkan saja dan minta maaf dalam hati | Menarik pasien lalu membawanya kabur / Lempar perawat dengan lampu |
| 4 | ( Semakin lama aku semakin tidak nyaman di sini. ) | (1) Tanyakan tentang tempat ini | Pergi tinggalkan mereka / Tunggu orang yang kamu kenal datang |
| 5 | Suka-suka aku doong. / PAAAAAK, PAAAAK PERAWAT!! | (1) Memohon agar tidak diadukan. | Hentikan orang itu. / Biarkan saja dia mengadu. / Bujuk dengan makanan. |
| 6 | Beberapa dari mereka mulai menghampirimu. | (1) Lari menghindari mereka | Lawan mereka / Cari cara lain |
| 7 | Orang-orang itu sudah semakin dekat denganmu. | (3) Dobrak pintunya | Nekat.. menerjang mereka / Cari jalan lain |
| 8 | Perawat itu kelihatan sangat berbeda dari sebelumnya, kali ini sikapnya sangat ramah dan hangat. | (1) Serius tidak apa-apa… | Terima kasih ya… / Yeaaay ketemu Ayah dan Ibu.. |
| 9 | Sebaiknya kamu balik ke kamar, selagi saya masih baik, hanya menjambakmu sedikit. | (1) Tekan urat nadi di tangnnya | Bohongi dia / Serang perutnya |
| 10 | Anak itu hanya mengangguk pada Ibu, lalu dia menatapmu, jelas terpancar sorot mata seperti seorang pemenang dari matanya. | (2) Teriak panggil Ibu | Berontak / Teriak panggil perawat itu |
| 11 | ( Aaah sial aku lupa dengan rantai ini ) | (3) Terus berusaha | Menyerah saja / Teriak panggil Leon |
| 12 | ( Ini dia yang aku cari dari tadi ) | (2) Buka pintu dan langsung mencari Leon | Buka pintu dan langsung lari mencari jalan keluar / Buka pintu dan perhatikan keadaan |
| 13 | Suaranya dari arah sini? / Tapi ruangan yang mana ya? | (2) Buka pintu kiri | Buka pintu kanan |
| 14 | Namun tiba-tiba kamu terkejut karena perawat itu muncul dari balik pintu yang tadi kamu buka. / Heeey bocah!! | (1) Kok kamu tahu aku ada di sini? | Ngapain kamu di sini? / Apa sih panggil-panggil? |
| 15 | ( Aku harus apa nih sekarang? ) | (3) Menjauh dari perawat | Menolong Leon lalu kabur / Melawan Perawat |
| 16 | ( Aku rasa ini lah satu-satunya cara. ) | (1) Masuk ke lubang itu | Dorong perawat masuk ke lubang itu / Intip lubang itu |
| 17 | Leon berdiri di depan lubang dan menghalangi Perawat untuk melangkah. | (2) Bantu Leon melawan perawat itu | Tarik Leon masuk ke lubang. / Teriak, panggil Leon. |
| 18 | ( Tadi dia menolongku dari Perawat gila itu ) | (1) Panggil Leon | Cari Leon / Panggil Ayah dan tanyakan soal leon |
| 19 | Aku juga belum punya rencana sih. | (1) Pikirkan rencana untuk kabur | Tidak jadi kabur / Kabur tanpa rencana |
| 20 | Aku harus mencegah ayah mengejarku. / Hmmm… bagaimana ya..? | (3) Pecahkan ban mobil Ayah | Kunci Ayah di kamar / Buat Ayah pingsan / Pecahkan kaca mobil Ayah |
| 21 | Ketika kamu membuka pintu, kamu melihat Ayah dan dr. Eros sedang berjalan menuju ruangan lain. / ( Mereka mau ke mana ya? ) | (3) Ikuti ayah dan menguping | Langsung kabur ke luar / Tunggu situasi aman |
| 22 | Kamu langsung mencari tempat sembunyi di sekitarmu. | (2) Sembunyi di kolong meja telepon | Sembunyi di balik guci besar / Sembunyi di toilet |
| 23 | Kalau kita cuma robek ban mobil Ayah, kita masih bisa dikejar pakai mobilnya om Eros. | (2) Robek dua ban tiap mobil | Robek semua ban mobil mereka / Pikirkan cara lain |
| 24 | Apa? Itu Ayah dan dr. Eros? / Haduuh bagaimana ini… | (2) Tinggalkan pisau itu lalu sembunyi | Tetap pada rencana awal / Tinggalkan pisau itu lalu kabur |
| 25 | ( Kali ini aku harus sembunyi di mana lagi ya? ) | (3) Di balik semak-semak | Di atas pohon / Di kolong mobil / Di tumpukan daun kering |
| 26 | Hiiiii aku ga mau juga. / Gimana dong? | (2) Lewat halaman belakang | Tidak jadi kabur / Lawan penjaga |
| 27 | Tuuuh kamu lihat ke atas, ada CCTV, pasti ada yang mengawasi area ini dari ruang kontrol. / Aku rasa sebaiknya kita– | (2) Hancurkan CCTV itu! | Memutar! / Merayap! |
| 28 | “Woooy siapa di situ?” Suara penjaga itu terdengar bagai gemuruh petir yang membuat nyalimu ciut. / …………….. | (1) Diam Saja | Keluar dari persembunyian / Lari mengejar Leon |
| 29 | Aku ini kan sudah besar. / Ayo pikirkan cara lain. | (1) Robohkan pagarnya | Panjat pagarnya / Gali lubang di dekat celah |
Kunci Jawaban Kode Keras Anak Indigo Episode 7
Ada 24 pilihan di episode ini.
| No | Situasi | Jawaban Benar | Pilihan Lain |
|---|---|---|---|
| 1 | Beberapa detik kemudian seluruh tubuh penjaga itu sudah terlihat semua yang artinya dia sudah berada di luar bersamamu. | (2) Berpindah tempat | Serang penjaga itu / Tetap diam |
| 2 | ( Mau jalan lagi juga percuma, aku masih capek ) | (2) Menyoroti sekitar dengan senter | Ajak main Leon / Memainkan lampu senter |
| 3 | Miaaw.. Miaaw..!! / Yaah masa gak mau sih? | (3) Aaaah dasar Leon penakut | Ayolaaah Leon, tolong periksa ke sana.. / Aah aku gak mau jadi teman kamu lagi! |
| 4 | Leon jangan bercanda ah.. keluar dong! / Leon? | (3) Hampiri Leon | Tinggalkan Leon / Tunggu Leon keluar |
| 5 | Belum selesai kamu bicara, rintik hujan sudah turun. / Yaaah kan sudah hujan!! | (1) Cari tempat berteduh | Langsung jalan saja / Berteduh di bawah pohon itu dulu |
| 6 | ( Tapi namanya apa yaaa… ) / ( Hmmmm…… ) | (2) Itu kan ular kepala merah | Ini kan ular terbang merah |
| 7 | ( Sepertinya dia sedang tidur ) | (2) Berpindah tempat | Biarkan ular itu tidur / Usir ular itu |
| 8 | ( Kalau aku biarkan, Leon bisa mati ) | (3) Tangkap dan buang ular itu | Gendong Leon lalu kabur / Ambil batu, lalu lempari ular itu |
| 9 | Suara itu kembali terdengar, kali ini dari balik batu tempatmu membuang ular tadi. | (3) Kamu di mana? | Hii.. Jangan-jangan hantu.. / Apa sih panggil-panggil? |
| 10 | Sekarang kamu menyadari kalau yang sedari tadi mengajakmu bicara adalah ular yang tadi kamu buang itu. / K–Kamu kok bisa bicara? | (1) M–mau apa kamu..?? | Haah.. Sepertinya aku benar-benar gila / K– kamu siluman ya? |
| 11 | Eeeeh tunggu! kamu mau ke mana?! | (2) Kejar Leon | Ancam Leon supaya kembali / Pergi cari jalan lain tanpa Leon |
| 12 | Lalu ada juga beberapa kayu yang cukup panjang. | (2) Gunakan kayu | Gunakan sulur / Copot sandalmu |
| 13 | ( Hmmm.. Apa ya kira-kira itu? ) | (2) Aaah.. Aku harus tetap berjalan! | Aaah… Aku harus segera kabur! / Aku harus memerikasanya! |
| 14 | Meooow…!! / Kamu mau ngapain gak tidur? | (2) Terserah kamu saja deh | Mau jaga malam? / Kamu harus tidur Leon.. |
| 15 | Duuuh perutku sudah bunyi terus… | (1) Turun ke perkampungan | Cari makanan / Tunggu ada orang lewat |
| 16 | ( Dia pasti bakal nyariin aku ) | (3) Cari Leon sambil menuju ke perkampungan | Tetap tunggu Leon / Pergi dan tinggalkan petunjuk untuk Leon |
| 17 | Hahahaha kamu ini ada-ada saja sih… | (2) Aku gak pernah sarapan katak. | Masa ini harus aku makan? / Aku gak mau aah.. |
| 18 | Eh.. Tadi pertanyaan apa? Kakak jadi lupa… Hehehe…. | (3) Iiih kak Vina ngeselin.. | Gak ada siaran ulang kak.. / Iiih dasar Kakak pikun.. |
| 19 | Sebentar ya, kakak belikan makanan dulu. | (2) Hmmm.. Gakpapa nih kak? | Gak usah kak. / Jangan kak, aku gak lapar.. |
| 20 | Heeeey…!! / Kangen gak sama kakak? | (3) Aku kangen banget.. | Kak Vina bercandanya gitu mulu.. / Hmmm.. enggak kangen. |
| 21 | Niih makanannya tinggal kamu pilih mau yang mana. | (3) Aku mau ini deh yang hijau tadi.. | Aku mau semuanya.. / Aku mau bakso bakar! / Gak ada nasi kak? |
| 22 | Kamu sudah selesai nangisnya? / Sudah mau untuk cerita? | (2) Tidak mau cerita | Mulai bercerita / Mengalihkan pembicaraan. |
| 23 | Mereka gak mungkin begitu…. | (2) Kakak kenapa jadi belain mereka sih? | Kakak kan gak tahu kejadiannya! / Tapi faktanya memang seperti itu. |
| 24 | Tapi mereka mau membawamu ke psikiater untuk konsultasi. | (3) Sama sajalah intinya mereka menganggapku gila. | Aku gak mau dengar soal itu lagi.. / Tuh kan kakak belain mereka lagi. |
Kunci Jawaban Kode Keras Anak Indigo Episode 8
Ada 38 pilihan di episode ini.
| No | Situasi | Jawaban Benar | Pilihan Lain |
|---|---|---|---|
| 1 | Looh terus mau ke mana kalau kita pergi sekarang? | (2) Ke rumah kakak saja.. | Kembali ke desa tadi saja. / Hmmm… ke rumah Ibuku saja.. |
| 2 | Ayo sini Wira masuk dulu nak.. | (2) Aku gak mau masuk. | I-iya Yah aku masuk sekarang. / Kak Vina, ayo kita masuk. |
| 3 | Jadi kamu ngapain kabur ke sana Wira? | (2) Habisnya Ayah jahat. | Aku hanya main saja Yah. / Aku hanya tersesat saja Yah. |
| 4 | Dengarkan dulu penjelasan Ayahmu dong. / Hmmm….. | (3) Aku sudah tahu apa yang mau dijelaskan Ayah! | Gak pokoknya gak mau dengar! / Kakak saja yang dengarkan! |
| 5 | Klepon di sana paling enak loh… | (2) Tapi Kakak harus ikut ke tempat Om Eros juga. | Aku mau kleponnya.. tapi gak mau ke tempat Om Eros. / Jadi Kakak mau nyogok aku pake klepon? |
| 6 | Bagaimana kalau kita pergi ke tempat Dr Eros lagi besok pagi? | (2) Hmm.. baiklah, tapi Ibu juga harus ikut. | Hmm.. besok aku mau tidur seharian Yah. / Siang saja bisa gak Yah? |
| 7 | Ibu langsung memelukmu sambil menangis, seperti orang yang sudah sangat lama tidak bertemu. / …………. | (1) Sudah dong Bu sudah. | Malu Bu dilihat orang. / Ibu meluknya terlalu kencang. |
| 8 | …………….. / Iya.. Terima kasih ya.. | (3) Terus Kak Vina besok gimana? | Kakak gak mau ikut aku aja ke rumah? / Kak Vina besok ikut loh Bu.. |
| 9 | Bisa saja kan kalau dia itu bukan orang baik. | (2) Ibu kok ngomongnya begitu? | Gak mungkin Bu! / Ibu terlalu berlebihan nih. |
| 10 | Insting seorang Ibu itu kuat looh kalau anaknya dalam bahaya. | (3) Ibu kenapa berpikiran buruk sama Kak Vina? | Masa sih Bu? / Aaah aku tidak percaya sama Ibu. / Bahaya bagaimana Bu? |
| 11 | Mendengar Ibumu bicara begitu, kamu kesal pada Ibumu. | (3) Ancam lompat keluar mobil | Tarik rem tangan / Bantah Ibumu lagi |
| 12 | ( Susah sekali sabuk ini dipasangnya. ) | (3) Biarkan saja sabuknya tidak terpasang | Minta tolong Ibu / Usaha pasang sendiri |
| 13 | Kan Ibu sudah bilang, pasang sabuk pengamannya! | (1) Sabuk pengamannya nakal, tidak bisa dipasang. | Tadi sudah terpasang Bu. / Iya maaf Bu, ini salahku. |
| 14 | Ayah mau jemput lah. / Langsung berangkat yuk. | (2) Ayah masuk dulu yuk. | Ok sebentar aku panggil Ibu dulu. / Nanti saja lah Yah.. |
| 15 | Sesampainya di dapur kamu melihat Ibu sedang memasak sesuatu untukmu sarapan. | (2) Bu lihat nih ada Ayah Bu.. | Ibu masak apa Bu? / Ayah sudah sarapan? Kita sarapan di luar yuk. |
| 16 | Daritadi Ayah perhatiin kamu senyum-senyum terus. | (1) Aaah tidak apa-apa | Sotonya enak sekali Yah, aku jadi senang. / Aku gak senyum.. Ayah salah lihat ah.. |
| 17 | Eenngg… Untuk Leon ya…? / Hmm….? | (2) Yaaah.. Ibu lupa ya anggota keluarga kita nambah satu? | Yaaah Ibu bagaimana sih! / Leon kita makan berdua lagi nih sepertinya. |
| 18 | Ayo Wira, duduk di sini… / …………… | (3) Duduk dekat Vina | Duduk dekat Ibu / Duduk dekat Ayah |
| 19 | Tapi gak gitu cara nanyanya… | (1) Ayah, Ibu, jangan bertengkar! | Betul tuh kata Ayah.. / Ayah jangan marahin Ibu dong.. |
| 20 | Tapi ya kalau kamu mau pulang masa Ibu larang sih. / ……………. | (2) Yaah Kakak jangan pulang dulu. | Sudah Bu sudah..!!! / Ayah gimana nih? masa Kak Vina mau pulang. |
| 21 | Nanti biar saya yang panggil mereka. | (2) Ikut ke Balkon | Tunggu Ayah dan Ibu |
| 22 | Habis jarang-jarang kakak bisa ada di tempat sebagus ini. | (1) Memangnya kakak gak pernah liburan? | Bukannya di Bogor itu tempatnya memang seperti ini? / Masa sih Kakak jarang ke tempat bagus begini? |
| 23 | Ibu cari-cari loh dari tadi. / Hehehe Iya bu… | (2) Habis Ibu sama Ayah lama banget ngobrolnya. | Ibu sama Ayah habis ngobrolin apa sih? / Tadi Om Eros yang ngajak aku ke sini. |
| 24 | Saya boleh dengar ceritanya langsung dari kamu gak? / Hmmm….? | (1) Aku Gak bisa cerita Om. | A-aku lupa kejadiannya seperti apa Om. / I-iya benar aku banyak ketemu orang jahat. |
| 25 | Kakak keluar juga ya Wira, kamu jangan kangen sama kakak hehe… | (3) Loh Kakak mau ke mana? | Iya kak, Kakak tunggu di depan saja. / Bu, Kak Vina gak usah diajak keluar. / Kenapa Kak Vina ikutan juga? |
| 26 | Lalu menurut kamu Pak Usman itu jahat atau tidak? | (3) Sudah jelas sekali dia jahat Om. | Ya kalau menurutku sih jahat. / Om tidak percaya sama aku? |
| 27 | Tapi kalau piknik, mereka ke mana dong? | (2) Makan makanan di keranjang | Cari mereka semua / Kembali tidur |
| 28 | Aku harus berteduh di rumah yang mana ya? | (1) Rumah warna abu-abu | Rumah warna biru / Rumah warna kuning |
| 29 | Ibu sudah semakin dekat denganmu, dengan jelas Kamu bisa melihat kesedihan dan takut dari raut wajahnya. | (2) Ibu kenapa ada di sini? | Ibu kenapa kelihatan sedih? / Ibu, Ayah dan yang lainnya ke mana Yah? |
| 30 | Belum selesai kamu bingung, kini anak itu mengarahkan tangannya padamu, lalu melebarkan telapak tangannya tepat di depan wajahmu. / Heeeh kamu mau … | (2) Gigit jari telunjuk anak itu | Hindari tangan anak itu / Pukul telapak tangan anak itu. |
| 31 | Eeeh berteduh? Oh iya sekarang masih hujan… | (2) Ah masa bodo lah, aku sudah terlanjur basah juga. | Aku harus cari tempat berteduh lagi. / Kalau Ibu tahu aku hujan-hujanan pasti dimarahi… |
| 32 | Mau apa dia malam-malam begini berjalan di tengah hujan? | (1) Perhatikan anak itu | Susul anak itu / Abaikan anak itu |
| 33 | Anak itu juga sepertinya sedang ketakutan. | (2) Peringati anak itu | Tolong anak itu / Hadang orang yang mengejarnya |
| 34 | Aku harus melakukan sesuatu. | (2) Teriaki anak itu | Cari batu dan lemparkan ke penjahat itu / Meluncur menuju anak itu |
| 35 | Bukannya tadi dia tercebur ke sungai?? | (2) Diamkan saja anak itu | Bantu anak itu bangun / Teriak pangil pria besar itu |
| 36 | Dia menyeringai tepat di depan wajah anak itu, kamu membayangkan jika ada di posisi anak itu, pasti kamu sangat ketakutan. | (2) Terus pukul kaca yang menghalangimu | Cari benda untuk pecahkan kaca |
| 37 | Bukannya dilepas, kakimu malah semakin dicengkram dengan keras oleh pria itu. | (1) Tendang kepala pria itu | Gigit tangan pria itu / Injak tangan pria itu |
| 38 | ( Aaah iya ini kan mimpiku, harusnya aku tidak usah ketakutan begini. ) | (3) Berharap bisa lari secepat cheetah | Tahan reruntuhan atap dengan tangan kosong / Diam dan tunggu terbangun dari mimpi |
Tips Biar Nggak Sering Game Over di Kode Keras Anak Indigo Episode 5-8
- Jawaban yang kelihatan paling aman belum tentu benar. Game ini suka ngerjain pemainnya, jadi cocokkan sama tabel di atas.
- Kalau Game Over, lo cuma perlu mengulang dari adegan yang sama dan ganti pilihan yang salah.
- Simpan halaman ini di bookmark biar gampang dibuka pas lagi main.
Kunci Jawaban Bagian Lainnya
FAQ Kunci Jawaban Kode Keras Anak Indigo Episode 5-8
Kode Keras Anak Indigo sama dengan Kode Keras Indigo?
Sama. Nama di dalam game adalah Kode Keras Anak Indigo, sedangkan di Play Store judulnya Kode Keras Indigo – Visual Novel.
Kenapa ada pilihan yang bertanda ✅ tapi bukan jawaban utama?
Karena pilihan itu tidak bikin Game Over. Ada yang sama-sama aman, ada juga yang jalannya agak muter karena bakal muncul pilihan tambahan sebelum ceritanya lanjut.
Game ini buatan siapa?
Digital Artha, studio yang juga membuat seri Kode Keras lainnya seperti Kode Keras Cowok dari Cewek dan Kode Keras Cewek buat Si Boy.
Mau kunci jawaban game Kode Keras yang lain?
Cek juga kunci jawaban Kode Keras Cewek buat Si Boy, Kode Keras Cowok dari Cewek, dan Kode Keras Cowok untuk Senja.


