Spek PC Phantom Blade Zero 2026: Minimal GTX 1660, Wajib SSD 160 GB, dan Cara Cek PC-mu
Spek PC Phantom Blade Zero paling rendah adalah GTX 1660 6 GB atau RX 5500 XT, prosesor Ryzen 5 3600 atau i7-8700K, RAM 16 GB, dan SSD. Dengan modal itu, S-GAME menargetkan 1080p 30 FPS dengan upscaling. Selain itu, kamu butuh ruang kosong minimal 160 GB, karena ukuran gamenya sekitar 150 GB. Harganya di Steam Indonesia Rp799.000 untuk edisi Standard.
Diperbarui: 4 November 2026, 07.30 WIB. Semua angka spek kami ambil dari halaman resmi S-GAME dan listing Steam. Sementara itu, angka performa handheld berasal dari uji pihak ketiga, jadi kami beri label sendiri.

Ringkasan Cepat
| Hal | Detail |
|---|---|
| Rilis | 29 Oktober 2026, 09.00 WIB |
| Platform | PC (Steam, Epic) dan PS5 |
| Harga Indonesia | Rp799.000, Deluxe Rp949.000 |
| Spek minimum | GTX 1660, RAM 16 GB, SSD |
| Ruang kosong | Minimal 160 GB |
| Bahasa Indonesia | Belum ada |
Berapa spek PC minimum Phantom Blade Zero?
S-GAME merilis tabel spek resmi pada 12 Agustus 2026, lalu angka yang sama juga tampil di halaman Steam. Jadi, ini angka final yang berlaku sejak rilis. Berikut spek minimum untuk target 1080p 30 FPS dengan upscaling aktif:
- Sistem operasi: Windows 10 atau 11 64-bit, karena game ini tidak punya versi 32-bit.
- Prosesor: Intel Core i7-8700K atau AMD Ryzen 5 3600.
- RAM: 16 GB, jadi laptop dengan RAM 8 GB jelas belum cukup.
- Kartu grafis: GeForce GTX 1660 6 GB atau Radeon RX 5500 XT 8 GB.
- API grafis: DX12, sedangkan kartu yang hanya sanggup DX11 tidak masuk hitungan.
- Penyimpanan: SSD wajib, sementara Steam mencatat ruang 145 GB.
Catatan “dengan upscaling” itu penting. Artinya, 30 FPS di 1080p tercapai karena game merender di resolusi lebih rendah lalu memperbesarnya. Karena itu, jangan berharap gambar setajam native di kelas GTX 1660.
Berapa spek yang disarankan untuk 60 FPS?
Spek rekomendasi menargetkan 1440p 60 FPS, tentu saja tetap dengan upscaling. Prosesornya naik ke Intel Core i5-10600K atau AMD Ryzen 5 5600X. Selain itu, kartu grafisnya naik ke GeForce RTX 3060 Ti 8 GB atau Radeon RX 6700 XT 12 GB.
Menariknya, RAM tetap 16 GB di dua tingkat ini. Jadi, kalau PC-mu sudah punya 16 GB, upgrade RAM bukan prioritas. Sebaliknya, kartu grafis dan SSD jauh lebih menentukan hasil akhirnya.
Untuk pemain Indonesia yang main di monitor 1080p, RTX 3060 Ti sebenarnya sudah lebih dari cukup. Misalnya, kamu bisa memakai preset kualitas lebih tinggi di 1080p alih-alih mengejar 1440p.

Kartu grafis apa yang dibutuhkan untuk ray tracing dan path tracing?
S-GAME juga merilis dua tingkat khusus untuk efek cahaya modern. Pertama, ray tracing butuh RTX 5060 8 GB untuk 1080p 60 FPS. Kedua, path tracing butuh RTX 5080 16 GB untuk 4K 60 FPS. Keduanya tetap memakai upscaling.
Di sisi lain, versi PC mendukung DLSS 4.5, termasuk Super Resolution dan Multi Frame Generation. Menurut FAQ resmi, ray tracing di game ini mencakup pantulan, bayangan, dan caustics. Jadi, efeknya memang terasa, tetapi biayanya juga besar.
Kalau kartumu masih kelas RTX 3060 atau RX 6600, sebaiknya matikan ray tracing dulu. Bahkan S-GAME sendiri menyarankan langkah itu ketika frame rate turun. Tim developer juga mengaku sudah merapikan grafik tanpa ray tracing supaya tetap sesuai arah seni mereka.

Berapa ukuran Phantom Blade Zero dan kenapa wajib SSD?
Listing Steam mencatat ruang 145 GB, tetapi FAQ resmi menyebut ukuran game sekitar 150 GB. Selain itu, S-GAME meminta ruang kosong minimal 160 GB. Alasannya, proses unduh, ekstrak, dan verifikasi butuh ruang sementara.
Lebih lanjut, pengumuman preload di Steam bahkan meminta ruang kosong 300 GB selama proses preload. Jadi, kalau kamu baru beli sekarang, siapkan setidaknya 160 GB. Namun, kalau SSD-mu mepet, sisakan lebih banyak supaya update berikutnya tidak gagal.
Game ini juga wajib terpasang di SSD, bukan hard disk biasa. Bahkan S-GAME menyarankan kamu tidak memasang game di drive C. Tujuannya agar aktivitas Windows tidak mengganggu kestabilan frame rate.
Selain ukuran utama, ada patch hari pertama sekitar 5 GB. Patch itu memperbaiki performa ray tracing dan path tracing, sekaligus beberapa bug. Kalau kamu tidak ikut preload, versi yang kamu unduh sudah otomatis terbaru.
Bagaimana cara cek apakah PC-mu kuat?
Cara paling cepat adalah membandingkan tiga komponen utama dengan tabel resmi. Berikut langkah yang bisa kamu lakukan dalam lima menit:
- Tekan Win+R, ketik dxdiag, lalu lihat nama prosesor dan jumlah RAM di tab System.
- Setelah itu, lihat nama kartu grafis dan versi DX di tab kedua dxdiag.
- Selanjutnya, tekan Ctrl+Shift+Esc dan buka tab Performance untuk mengecek apakah drive tujuan berupa SSD.
- Terakhir, cek ruang kosong di drive itu, karena kamu butuh minimal 160 GB.
Sebagai patokan kasar, GTX 1660 Super, RTX 2060, dan RX 6600 berada di sekitar atau di atas spek minimum. Sementara itu, kartu dengan VRAM 4 GB berada di bawah syarat VRAM minimum. Jadi, laptop dengan RTX 3050 4 GB belum tentu lolos dengan nyaman.
Kenapa muncul pesan “This device is not supported”?
Pesan ini muncul ketika game gagal memastikan kartu grafis mendukung fitur DX12 tertentu. Menurut FAQ resmi, game mengecek Feature Level 12_0, Shader Model 6.6, Resource Binding Tier 2, WaveOps, dan operasi atomik 64-bit. Jadi, label “mendukung DX12” saja belum menjamin game mau jalan.
Namun, pesan ini tidak selalu berarti kartumu tidak kuat. Kadang penyebabnya sederhana, misalnya game memilih GPU yang salah di laptop. Berikut langkah resmi yang S-GAME sarankan:
- Pertama, hapus parameter peluncuran manual seperti -graphicsadapter, -ForceDisableSM6, atau -gpupreference.
- Kedua, buka Settings, System, Display, lalu Graphics di Windows, kemudian set game ke High performance.
- Ketiga, pasang driver resmi, dan khusus laptop utamakan driver dari pabrikan laptop.
- Terakhir, jalankan Windows Update lalu restart PC sebelum mencoba lagi.
Kalau pesan masih muncul padahal spek sudah memenuhi syarat, S-GAME menyebut itu bisa jadi deteksi keliru. Karena itu, kirim laporan lewat halaman dukungan resmi beserta file dxdiag.
Driver mana yang paling aman untuk Phantom Blade Zero?
Untuk kartu NVIDIA, S-GAME menyebut driver 617.42 sebagai versi paling ideal saat rilis. Sebaliknya, tim developer melihat ketidakstabilan di driver 621.01. Jadi, kalau kamu sudah memasang driver lebih baru dan mengalami crash, kembali ke 617.42 dengan opsi clean installation.
Sementara itu, pemilik kartu AMD cukup memasang Adrenalin versi terbaru. Selain driver, game juga bisa meminta Microsoft Visual C++ 2015–2022 Redistributable x64. Kalau pesan itu muncul, pasang atau perbaiki paket x64 dan x86 dari situs Microsoft satu per satu.
Saat pertama kali membuka game, proses kompilasi shader juga langsung berjalan. Sebaiknya tunggu sampai selesai dan jangan pindah ke jendela lain. Alasannya, prioritas CPU turun saat game berada di latar belakang, sehingga prosesnya jadi lebih lama.
Apa saja yang berubah lewat patch 3 November?
Patch pertama pascarilis, versi 01.301.524, terbit pada 3 November 2026. Menurut Game8, patch ini masuk WeGame lebih dulu, lalu Steam dan PS5 menyusul. Karena itu, cek tab update di Steam sebelum kamu menyimpulkan masalah sudah beres.
Isi patch yang paling terasa untuk pemain PC adalah perubahan kompilasi shader ray tracing. Kini shader itu tidak lagi terkompilasi otomatis setiap kali kamu membuka game, sehingga waktu masuk game lebih cepat. Namun, kalau kamu menyalakan ray tracing, game perlu restart untuk kompilasi khusus.
Selain itu, patch ini memperbaiki patah-patah dan input lag pada controller Bluetooth. Patch yang sama juga membenahi NVIDIA Reflex mode Auto saat V-Sync aktif. Bahkan patch ini juga membenahi rambut karakter yang tampil aneh di beberapa kartu AMD.

Bisakah dimainkan di Steam Deck atau ROG Ally?
Per 4 November 2026, Valve belum memberi rating Steam Deck untuk game ini, jadi statusnya belum teruji. Sementara itu, uji Steam Deck HQ dalam rangkuman SteamToday mencatat rata-rata 23 sampai 27 FPS di preset terendah. Bahkan angkanya sempat turun ke 10 FPS di area berat.
Di sisi lain, handheld Windows bernasib lebih baik. Misalnya, panduan ROG Ally Life mencatat rata-rata di atas 30 FPS pada 1080p dengan FSR Balanced. Namun, angka ini berasal dari pengujian pihak ketiga, bukan klaim resmi S-GAME.
Untuk game yang mengandalkan parry, frame rate stabil jauh lebih penting daripada grafik. Jadi, kalau kamu hanya punya Steam Deck, sebaiknya tunggu patch performa berikutnya dulu.

Berapa harga Phantom Blade Zero di Indonesia?
Harga di Steam Indonesia adalah Rp799.000 untuk edisi Standard dan Rp949.000 untuk Digital Deluxe. Selain itu, PlayStation Store Indonesia memasang harga Standard yang sama, yaitu Rp799.000. Edisi Deluxe hanya menambah kostum, artbook digital, dan soundtrack digital.
Sebagai catatan, versi PC memakai Denuvo menurut keterangan DRM di halaman Steam. Selain itu, game ini belum punya bahasa Indonesia. Pilihan teksnya mencakup Inggris, Mandarin, Thai, Vietnam, dan beberapa bahasa lain. Kalau kamu sedang memantau harga game PC, cek juga harga Rupiah game di Steam Autumn Sale 2026 sebagai pembanding.
Phantom Blade Zero juga sudah masuk daftar game rilis sampai akhir 2026 versi Sukaon. Lalu, kalau kamu lebih suka berburu potongan harga, pantau juga daftar game diskon akhir pekan yang kami perbarui tiap Jumat.
Kesimpulan: PC seperti apa yang layak untuk Phantom Blade Zero?
Secara singkat, GTX 1660 dan RAM 16 GB hanya cukup untuk 1080p 30 FPS. Kalau kamu ingin 60 FPS yang nyaman, targetkan kelas RTX 3060 Ti atau RX 6700 XT. Setelah itu, pastikan game terpasang di SSD dengan ruang kosong minimal 160 GB.
Sebelum membeli seharga Rp799.000, cek dulu PC-mu lewat dxdiag dan Task Manager. Selain itu, siapkan driver NVIDIA 617.42 kalau kamu mengalami crash. Terakhir, kalau kamu penasaran soal perangkat generasi berikutnya, baca juga rumor spek Xbox Project Helix.
FAQ
Berapa spek PC minimum Phantom Blade Zero?
Spek minimumnya adalah GTX 1660 6 GB atau RX 5500 XT 8 GB, Ryzen 5 3600 atau i7-8700K, RAM 16 GB, dan SSD. Target performanya 1080p 30 FPS dengan upscaling.
Apakah Phantom Blade Zero bisa jalan di RAM 8 GB?
Spek resmi tidak mendukung RAM 8 GB, karena tingkat minimum sudah meminta 16 GB. Jadi, game mungkin terbuka, tetapi S-GAME tidak menjamin stabilitasnya.
Berapa GB ukuran Phantom Blade Zero di PC?
Steam mencatat 145 GB, sedangkan FAQ resmi menyebut sekitar 150 GB. Karena itu, siapkan ruang kosong minimal 160 GB di SSD.
Apakah Phantom Blade Zero bisa dimainkan di HDD?
Tidak, karena S-GAME mewajibkan SSD. Bahkan FAQ resmi menyarankan drive selain drive C supaya frame rate lebih stabil.
Kenapa Phantom Blade Zero menampilkan “This device is not supported”?
Game gagal memastikan dukungan fitur DX12 seperti Shader Model 6.6. Coba hapus parameter peluncuran manual, set GPU ke High performance, lalu perbarui driver.
Apakah Phantom Blade Zero ada bahasa Indonesia?
Belum. Saat ini daftar bahasa di Steam tidak mencantumkan bahasa Indonesia, meski ada Thai dan Vietnam.
Sumber
- S-GAME: PC System Requirements Phantom Blade Zero
- S-GAME: Settings FAQ & Troubleshooting
- Steam: Phantom Blade Zero
- PlayStation Store Indonesia: Phantom Blade Zero
- NVIDIA: Phantom Blade Zero Launches Today
- Game8: Phantom Blade Zero Patch Notes
- Twisted Voxel: Phantom Blade Zero Update 01.301.524
- Wccftech: Phantom Blade Zero PC Requirements
- SteamToday: Phantom Blade Zero on Steam Deck
- ROG Ally Life: Phantom Blade Zero ROG Ally Settings




